Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) atau dikenal juga
sebagai Wondiwoi Tree-kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo merupakan
salah satu jenis kanguru yang hidup di pulau Papua, Indonesia. Kanguru Pohon
Wondiwoi bahkan merupakan hewan
endemik
yang hanya ditemukan di pulau Papua.
Beberapa ahli memasukkan Kanguru Pohon
Wondiwoi sebagai sub-spesies dari Dendrolagus dorianus (Kanguru Pohon
Dorius). Namun sebagian ahli lainnya memberlakukannya sebagai spesies
tersendiri.
Kanguru
pohon asal Papua ini hanya diketahui
dari sebuah spesimen tunggal yang ditemukan pada tahun 1928 oleh Profesor Ernst
Mayr (Jerman) dari Pegunungan Wondiwoi yang termasuk dalam wilayah Kabupaten
Teluk Wondama, Papua Barat. Nama hewan ini dalam bahasa Inggris adalah Wondiwoi
Tree-kangaroo atau Mayr Tree-kangaroo. Sedangkan nama latin (ilmiah)
dari Kanguru Pohon Wondiwoi adalah Dendrolagus mayri.
Ilustrasi Kanguru Pohon Wondiwoi
(Dendrolagus mayri)
Hingga
kini masih sedikit sekali yang diketahui tentang spesies Kanguru Pohon Wondiwoi
(Dendrolagus mayri) ini. Berdasarkan satu-satunya spesimen yang
ditemukan Ernst Mayr, kanguru endemik Papua ini mempunyai berat sekitar 9,25
kg. Bulunya berwarna hitam suram dengan beberapa bagian yang berwarna
kekuningan. Daerah pantat dan tungkai berwarna kemerahan dengan ekor keputihan.
Habitat Kanguru ini diperkirakan di
daerah hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.600 meter dpl. Daerah
sebarannya terbatas di semenanjung pegunungan Wondiwoi Kabupaten Teluk Wondama,
Papua Barat.
Sebagaimana berbagai
jenis kanguru
pohon
lainnya, Kanguru
Pohon Wondiwoi
(Dendrolagus mayri) yang merupakan hewan berkantung ini diperkirakan
lebih banyak melakukan aktifitas di atas pohon. Makanan kesukaannya adalah daun dan buah. Selain itu, kanguru
khas pulau Papua ini juga memakan biji-bijian, bunga, getah, telur, anak burung, dan bahkan kulit.
Sangat Langka dan Terancam Punah. Populasi pasti Kanguru Pohon Wondiwoi
(Dendrolagus mayri) tidak pernah diketahui. Namun IUCN
Red List
memprediksi jumlah populasi kanguru pohon ini sekitar 50 ekor individu saja.
Lantaran itu tidak mengherankan jika kemudian IUCN Red List memasukkan Kanguru
Pohon Wondiwoi atau Wondiwoi Tree-kangaroo sebagai spesies Critically
Endangered atau spesies yang sangat terancam punah (Kritis).
Untungnya semua jenis
kanguru pohon dari genus Dendrolagus termasuk satwa
yang dilindungi
dan termuat dalam Lampiran PP
No. 7 Tahun 1999
tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan satwa yang dilindungi sehingga spesies kanguru
pohon yang satu ini, meskipun kurang dikenal, tetap tercantum.
Saking langkanya,
jangan tanya apakah saya pernah melihat kanguru jenis ini. Menemukan gambar
hewan
ini di internet saja saya tidak dapat. Yang ada hanyalah sebuah gambar
ilustrasi Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) berdasarkan
spesimen yang ditemukan tahun 1928.
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Diprotodontia;
Famili: Macropodidae; Genus: Dendrolagus; Spesies: Dendrolagus
mayri.
Referensi dan gambar
:
mamals – of – papua
.webs.com/mayri.htm
gambar : http://www.papuaweb.org
USAHA PELESTARIAN
Pelestarian
hewan secara garis besar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
1.
Pelestarian
In Situ adalah pelestarian yang dilakukan pada tempat asli hewan tersebut
berada. Contoh pelestarian in situ adalah suaka margasatwa dan taman nasional. Suaka margasatwa merupakan
kawasan yang melindungi hewan. Taman nasional merupakan kawasan yang
melindungi hewan dan tumbuhan.
2.
Pelestarian
Ex Situ adalah pelestarian yang dilakukan di luar tempat tinggal aslinya.
Hal itu dilakukan karena hewan dan tumbuhan kehilangan tempat
tinggal aslinya. Selain itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai
upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan hewan langka. Contoh pelestarian
ex situ antara lain, Taman Safari, kebun binatang, dan penangkaran.
Selain pelestarian in situ dan
ex situ, kitapun dapat menjaga kelestarian dengan usaha-usaha sebagai berikut :
a.
Tidak
berburu hewan sembarangan
b.
Melindungi
hewan hewan langka
c.
Hewan
langka dibudi dayakan
d.
Mencari
alternatif pemanfaatan hewan-hewan langka dengan menciptakan pengganti berbahan
sintetis
yang dilakukan pemerintah untuk menjaga
kelestarian hewan dan tumbuhan langka diantanya adalah :
1)
Suaka
marga satwa yaitu tempat melindungi hewan tertentu terutama hewan langka.
2)
Cagar
alam Sebagai tempat perlindungan dan pelestarian hewan, tumbuhan, tanah dan air.
3)
Inseminasi
buatan Inseminasi buatan adalah perkembangbiakakn pada hewan dengan
menyuntikkan sperma dari hewan jantan pada hewan betina ( biasa
dilakukan pada hewan )







0 komentar:
Posting Komentar